Alhamdullilah Jum'at Berkah LMP Macab Mojokerti Yg ke,3 Lancar...Terima Kasih kepada seluruh anggota ,semoga niat ibadah menambahkan berkah buat kita semua...Aminn ya Roobb
Nahdlatul Ulama kehilangan salah satu intelektual mudanya. Dr. Aji Hermawan Kepala LPPM Institut Pertanian Bogor (IPB), mantan Wakil Sekjend PBNU dan mantan Ketua PCINU Inggris dini hari tadi wafat di RS. Hermina Jakarta. Saya beberapa kali masih sempat bertukar pesan via WhatsApp dengan beliau. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji'un....selamat jalan Mas Aji.
Mojokerto, centralberita.id – Lagi lagi nama Kepolisan Republik Indonesia tercemar akibat ulah oknum polisi berinisial BK, Oknum anggota ini bertugas di Polsek Trawas Mojokerto Jawa Timur. Ironisnya perlakuan arogan tersebut menimpa kepada salah satu Mitra Polda Jatim yang berprofesi sebagai Jurnalist. Berawal dari sebuah masalah yang melibatkan Oknum berpangkat Bripka ini,tersandung sebuah kasus dan terlibat dalam sebuah permainan peredaran narkoba jenis sabu. Pada saat kasus tersebut telah ditangani oleh Kapolres Sidoarjo beberapa bulan yang lalu. Munculnya nama oknum BK ini berawal saat ada tangkapan yang diduga pengguna narkoba oleh Polres Sidoarjo, dan setelah dilakukan pendalaman nama Oknum BK adalah diduga sebagai bandar barang haram tersebut. Saat dikonfirmasi oleh awak media kepada Kasat Reskoba,Kompol.Indra Najib mengatakan, bahwa yang bersangkutan sedang di proses oleh pihak penyidik. “Sudah saya panggil oknum BK untuk dimintai keterangan sebagai saksi, namun sampai saat ini...
KETAKUTAN Mereka NYATA #wilwatikta2020 Pasca diputuskannya Pilkada Mojokerto bakal dilangsungkan pada 9 Desember 2020, perhelatan politik di Bumi Majapahit langsung memanas. Upaya menyerang dengan berbagai cara dan isu murahan terus dilakukan. Mojokerto Emas yang mengusung Yoko Priyono-Choirun Nisa, menjadi calon yang paling banyak diserang akhir-akhir ini. Tidak hanya soal rekomendasi parpol, namun upaya penjatuhan melalui, isu-isu yang dikemas dalam artikel-artikel yang kredibilitasnya masih diragukan terus disuguhkan oleh para rival. Mulai dari rumor pisahnya Yoko dengan Nisa'. Rumor Yoko hanya check sound, dan tak mimiliki amunisi, terus digecarkan pihak lawan. Terbaru, rumor Yoko-Nisa' tak dapat rekom partai, kembali dihembuskan melalui pemberitaan media daring untuk mengguncang psikologis relawan Yoko-Nisa'. Akan tetapi jika ditelaah lebih dalam, santernya isu, rumor, yang dihembuskan untuk men-down grade popularitas dan elektabilitas Yoko-Nisa ini, semakin menunjukan...
Komentar
Posting Komentar